Jumat, 01 Juli 2016

makalah pancasila



Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia
Dimana Pancasila Sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Presiden Soekarno pernah mengatakan “ jangan sekali-kali meninggalkan sjarah”. Arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan konsepsi dan cita-cita. Sejarah Pancasila Bangsa Indonesia di antaranya yaitu:  Era pra kemerdekaan ,Era kemerdekaan ,Era orde lama,Era orde baru ,Era reformasi

A.Era Pra Kemerdekaan
Menurut sejarah pada kira-kira abad VII-XII, bangsa Indonesia telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kemudian pada abad XIII-XVI didirikan pula kerajaan Majapahit di Jawa Timur.Kedua jaman itu merupakan tonggak sejarah bangsa Indonesiakarena bangsa Indonesia masa itu telah memenuhi syarat-syarat sebagai suatu bangsa yang mempunyai negara.  Kedua kerajaan itu telah  merupakan  negara-negara berdaulat, bersatu serta mempunyai wilayah yang meliputiseluruh Nusantara ini,  kedua jaman kerajaan itu telah mengalami kehidupan masyarakat yang sejahtera.
Menurut Mr. Muhammad Yamin berdirinya negara kebangsaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan kerajaan-kerajaan lama yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.Dan berikut pancasila menurut kerajaan tersebut.
1.Kerajaan Kutai
Indonesia memasuki zaman sejarah pada tahun 400 M, dengan ditemukannya prasasti yang berupa 7 yupa (tiang batu). Diyakini prasasti tersebut berasal dari kerajaan yang bernama Kutai.Berdasarkan prasasti tersebut dapat diketahui bahwa raja Mulawarman keturunan dari raja Aswawarman keturunan dari Kudungga.Raja Mulawarman mengadakan kenduri dan memberikan sedekah kepada Brahmana dan para Brahmana membangun Yupa itu sebagai tanda terima kasih kepada Raja yang dermawan.
Masyarakat kutai yang membuka zaman sejarah Indonesia pertama kalinya ini menampilkan nilai-nilai politik, dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan, kenduri, serta sedekah kepada para brahmana.
2.Kerajaan Sriwijaya
Pada abad ke VII munculah suatu kerajaan di Sumatra yaitu kerajaan Wijaya, di bawah kekuasaaan bangsa Syailendra. Hal ini termuat dalam prasasti Kedudukan Bukit di kaki bukit Sguntang dekat Palembang yang bertarikh 605 caka atau 683 M. yang ditulis dalam bahasa melayu kuno huruf Pallawa. Kerajaan itu adalah kerajaan Maritim yang mengandalkan kekuatan lautnya, kunci-kunci lalu-lintas laut di sebelah barat dikuasainya seperti selat Sunda (686), kemudian selat Malaka (775).Pada zaman itu kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan besar yang cukup disegani di kawasan Asia Selatan. Perdagangan dilakukan dengan mempersatukan pedagang pengrajin dan pegawai raja yang disebut Tuhan An Vatakvurah sebagai pengawas dan pengumpul semacam koperasi sehingga rakat mudah untuk memasarkan dagangannya. Demikian pula dalam sistem pemerintahaannya terdapat pegawai pengurus pajak, harta benda, kerajaan, rokhaniawan yang menjadi pengawas teknis pembangunan gedung-gedung dan patung-patung suci sehingga pada saat itu kerajaan dalam menjalankan sistem negaranya tidak dapat dilepaskan dengan nilai Ketuhanan.
Agama dan kebudayaan dikembangkan dengan mendirikan suatu universitas agama Budha, yang sangat terkenal di negara lain di Asia. Banyak musafir dari negara lain misalnya dari Cina belajar terlebih dahulu di universitas tersebut terutama tentang agama Budha dan bahasa Sansekerta sebelum melanjutkan studinya ke India. Malahan banyak guru-guru besar tamu dari India yang mengajar di Sriwijaya misalnya Dharmakitri.Cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu negara adalah tercemin pada kerajaan Sriwijaya tersebut yaitu berbunyi ‘marvuat vanua criwijaya dhayatra subhiksa’ (suatu cita-cita negara yang adil dan makmur).
3. Zaman Kerajaan-kerajaan Sebelum Majapahit
Sebelum kerajaan Majapahit muncul sebagai suatu kerajaan yang memancangkan nilai-nilai nasionalisme, telah muncul kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur secara silih berganti. Kerajaan Kalingga pada abad ke VII, Sanjaya pada abad ke VIII yang ikut membantu membangun candi Kalasan untuk Dewa Tara dan sebuah wihara untuk pendeta Budha didirikan di Jawa Tengah bersama dengan dinasti Syailendra (abad ke VII dan IX).Refleksi puncak dari Jawa Tengah dalam periode-periode kerajaan-kerajaan tersebut adalah dibangunnya candi Borobudur (candi agama Budha pada abad ke IX), dan candi Prambanan (candi agama Hindhu pada abad ke X).
Selain kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah tersebut di Jawa Timur muncullah kerajaan-kerajaan Isana (pada abad ke IX), Darmawangsa (abad ke X) demikian juga kerajaan Airlanga pada abad ke XI.Raja Airlangga membuat bangunan keagamaan dan asrama, dan raja ini memiliki sikap toleransi dalam beragama. Agama yang diakui oleh kerajaan adalah agama Budha , agama Wisnu dan agama Syiwa yang hidup berdampingan secara damai. Menurut prasasti Kelagen, Raja Airlangga telah mengadakan hubungan dagang dan bekerja sama dengan Benggala, Chola dan Champa hal ini menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan. Demikian pula Airlangga mengalami penggemblengan lahir dan batin di hutan dan tahun 1019 para pengikutnya, rakyat dan para Brahmana bermusyawarah dan memutuskan untuk memohon Airlangga bersedia menjadi raja, meneruskan tradisi istana, sebagai nilai-nilai sila keempat. Demikian pula menurut prasasti Kelagen, pada tahun 1037, raja Airlangga memerintahkan untuk membuat tanggul dan waduk demi kesejahteraan rakyat yang merupakan nilai-nilai sila kelima.
Di wilayah Kediri Jawa Timur berdiri pula kerajaan Singasari (pada abad ke XIII), yang kemudian sangat erat hubungannya dengan berdirinya kerajaan Majapahit.

4. Kerajaan Majapahit
Pada tahun 1293 berdirilah kerajaan Majapahit yang mencapai zaman keemasannya pada pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan mahapatih Gajah Mada yang dibantu oleh Laksamana Nala dalam memimpin armadanya untuk menguasai nusantara.
Empu Prapanca menulis Negarakertagama (1365).Dalam kitab tersebut telah terdapat istilah “Pancasila”.Empu Tantular mengarang buku Sutasoma, dan di dalam buku itulah kita jumpai seloka persatuan nasional yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang bunyi lengkapnya Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua, artinya walaupun berbeda tapi tetap satu jua.
Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam sidang Ratu dan Menteri-menteri di paseban keprabuan Majapahit pada tahun 1331, yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut : ‘saya baru akan berhenti berpuasa makan pelapa jikalau seluruh nusantara bertakluk di bawah kekuasaan negara, jikalau Gurun, Seram, Tanjung, Haru, Pahang, Dempo, Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik telah dikalahkan.
Dalam hubungannya dengan negara lain raja Hayam Wuruk mengadakan hubungan bertetangga dengan baik dengan kerajaan Tiongkok, Ayodya, Champa, dan Kamboja.
Majapahit menjulang dalam arena sejarah kebangsaan Indonesia dan banyak meninggalkan nilai-nilai yang diangkat dalam nasionalisme negara kebangsaan Indonesia 17Agustus 1945.

B. Era Kemerdekaan
Era kemerdekaan dimulai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Secara ilmiah proklamasi kemerdekaan dapat mengandung pengertian sebagai berikut:
1. Dari sudut ilmu hukum proklamasi merupakan saat tidak berlakunya tertib hukum kolonial, dan saat mulai berlakunya tertib hukum nasional.
2. Secara politis ideologi proklamasi mengandung arti bahwa bangsa Indonesia terbatas nasib sendiri dalam suatu Negara proklamasi republik Indonesia.
Kemudian tanggal 18 Agustus pada rapat PPKI, ditetapkan UUD 1945 dan Presiden serta Wakilnya. Sesudah itu dimulailah pergolakan politik dalam negeri seperti berikut ini:
1. Pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS)
Sebagai hasil dari konferensi meja bundar (KMB) maka ditanda tangani suatu persetujuan (mantel resolusi) Oleh Ratu Belanda Yuliana dan wakil pemerintah RI di Kota Den Hag pada tanggal 27 Desember 1949, maka berlaku pulalah secara otomatis anak-anak persetujuan hasil KMB lainnya dengan konstitusi RIS, antara lain :
a) Konstitusi RIS menentukan bentuk negara serikat (federalis) yaitu 16 Negara pasal (1 dan 2)
b) Konstitusi RIS menentukan sifat pemerintah berdasarkan asas demokrasi liberal dimana mentri-mentri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah terhadap parlemen (pasal 118 ayat 2)
c) Mukadiamah RIS telah menghapuskan sama sekali jiwa dan semangat maupun isi pembukaan UUD 1945, proklamasi kemerdekaan sebagai naskah Proklamasi yang terinci.
d) Sebelum persetujuan KMB, bangsa Indonesia telah memiliki kedaulatan, oleh karena itu persetujuan 27 Desember 1949 tersebut bukannya penyerahan kedaulatan melainkan “pemulihan kedaulatan” atau “pengakuan kedaulatan”

2. Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1950
Berdirinya negara RIS dalam Sejarah ketatanegaraan Indonesia adalah sebagai suatu taktik secara politis untuk tetap konsisten terhadap deklarasi Proklamasi yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 taitu negara persatuan dan kesatuan sebagaimana termuat dalam alinea IV, bahwa pemerintah negara…….” yang melindungi segenap bangsa Indoneia dan seluruh tumpah darah negara Indonesia …..” yang berdasarkan kepada UUD 1945 dan Pancasila. Maka terjadilah gerakan unitaristis secara spontan dan rakyat untuk membentuk negara kesatuan yaitu menggabungkan diri dengan Negara Proklamasi RI yang berpusat di Yogyakarta, walaupun pada saat itu Negara RI yang berpusat di Yogyakarta itu hanya berstatus sebagai negara bagian RIS saja.
Pada suatu ketika negara bagian dalam RIS tinggalah 3 buah negara bagian saja yaitu :
1. Negara Bagian RI Proklamasi
2. Negara Indonesia Timur (NIT)
3. Negara Sumatera Timur (NST)

Akhirnya berdasarkan persetujuan RIS dengan negara RI tanggal 19 Mei 1950, maka seluruh negara bersatu dalam negara kesatuan, dengan Konstitusi Sementara yang berlaku sejak 17 Agustus 1950.
Walaupun UUDS 1950 telah merupakan tonggak untuk menuju cita-cita Proklamasi, Pancasila dan UUD 1945, namun kenyataannya masih berorientasi kepada Pemerintah yang berasas Demokrasi Liberal sehingga isi maupun jiwanya merupakan penyimpangan terhadap Pancasila. Hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
a. Sistem multi partai dan kabinet Parlementer berakibat silih bergantinya kabinet yang rata-rata hanya berumur 6 atau 8 tahun. Hal ini berakibat tidak mempunyai Pemerintah yang menyusun program serta tidak mampu menyalurkan dinamika Masyarakat ke arah pembangunan, bahkan menimbulkan pertentangan – pertentangan, gangguan – gangguan keamanan serta penyelewengan – penyelewengan dalam masyarakat.
b. Secara Ideologis Mukadimah Konstitusi Sementara 1950, tidak berhasil mendekati perumusan otentik Pembukaan UUD 1945, yang dikenal sebagai Declaration of Independence bangsa Indonesia. Demikian pula perumusan Pancasila dasar negara juga terjadi penyimpangan.Namun bagaimanapun juga RIS yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari negara Republik Indonesia Serikat.

Pada akhir era ini, terjadi pergolakan politik yang tidak berujung.Hal inilah yang mendorong Presiden Soekarno megeluarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959.
Kajian Kesimpulan Pada Era Kemerdekaan
a. Kelebihan:
1. Rakyat Indonesia sudah mengetahui nilai-nilai luhur Pancasila dan berusaha untuk menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Setelah merdeka, bangsa Indonesia membnuat berbagai penyesuaian yang cocok dan padu dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
b. Kekurangan:
1. Belum stabilnya keadaan di Indonesia. Baik itu dari segi politik, social, ekonomi.
2. Terjadinya penggantian dasar Negara sebanyak 2 kali. Padahal seharusnya Pancasila tidak tergantikan.
c. Kesimpulan dan Solusi:
Keadaan di Indonesia masih terombang ambing dan tidak stabil. Lalu terjadi masalah yang alot di konstituante sehingga Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden.

C. Era Orde Lama
Era orde lama ditandai dengan dikeluarkannya dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959.
Pada masa itu berlaku demokrasi terpimpin.Setelah menetapkan berlakunya kembali UUD 1945, Presiden Soekarno meletakkan dasar kepemimpinannya.Yang dinamakan demokrasi terimpin yaitu demokrasi khas Indonesia yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.Demokrasi terpimpin dalam prakteknya tidak sesuai dengan makna yang terkandung didalamnya dan bahkan terkenal menyimpang.Dimana demokrasi dipimpin oleh kepentingan-kepentingan tertetnu.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, kehidupan politik dan pemerintah sering terjadi penyimpangan yang dilakukan Presiden dan juga MPRS yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945.Artinya pelaksanaan UUD1945 pada masa itu belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi karena penyelenggaraan pemerintahan terpusat pada kekuasaan seorang presiden dan lemahnya control yang seharusnya dilakukan DPR terhadap kebijakan-kebijakan.
Selain itu, muncul pertentangan politik dan konflik lainnya yang berkepanjangan sehingga situasi politik, keamanaan dan kehidupan ekonomi makin memburuk puncak dari situasi tersebut adalah munculnya pemberontakan G30S/PKI yang sangat membahayakan keselamatan bangsa dan Negara.
Mengingat keadaan makin membahayakan Ir. Soekarno selaku presiden RI memberikan perintah kepada Letjen Soeharto melalui Surat Perintah 11 Maret 1969 (Supersemar) untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan bagi terjaminnya keamanaan, ketertiban dan ketenangan serta kesetabilan jalannya pemerintah. Lahirnya Supersemar tersebut dianggap sebagai awal masa Orde Baru.

Kajian Kesimpulan Pada Era Orde Lama
a. Kelebihan
1.Munculnya aksi-aksi positif dari masyarakat sebagai bentuk demokrasi.
b. Kekurangan
1. Munculnya komunisme dan liberalisme.
2. Meletusnya pemberontakkan G 30 S/PKI.
3. Sering jatuhnya kabinet.
4. Penyimpangan terhadap UUD dan Pancasila yang ironisnya dilakukan oleh Presiden Indonesia sendiri.
c. Kesimpulan dan solusi
Pada masa orde lama ini banyak terjadi penyimpangan dalam badan UUD dan Pancasila. Juga terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan seperti munculnya liberlaisme dan komunisme.Puncaknya yaitu saat G 30 S/PKI dan pemeritah dinilai tidak mampu mengatasinya sehingga Presiden Soekarno memberikan mandat kepada Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan.

D. Era Orde Baru
Era Orde Baru dalam sejarah republik ini merupakan masa pemerintahan yang terlama, dan bisa juga dikatakan sebagai masa pemerintahan yang paling stabil. Stabil dalam artian tidak banyak gejolak yang mengemuka, layaknya keadaan dewasa ini.Stabilitas yang diiringi dengan maraknya pembangunan di segala bidang.Era pembangunan, era penuh kestabilan, menimbulkan romantisme dari banyak kalangan.
Di era Orde Baru, yakni stabilitas dan pembangunan, serta merta tidak lepas dari keberadaan Pancasila.Pancasila menjadi alat bagi pemerintah untuk semakin menancapkan kekuasaan di Indonesia.Pancasila begitu diagung-agungkan; Pancasila begitu gencar ditanamkan nilai dan hakikatnya kepada rakyat; dan rakyat tidak memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang mengganjal.
Menurut Hendro Muhaimin bahwa Pemerintah di era Orde Baru sendiri terkesan “menunggangi” Pancasila, karena dianggap menggunakan dasar negara sebagai alat politik untuk memperoleh kekuasaan. Disamping hal tersebut, penanaman nilai-nilai Pancasila di era Orde Baru juga dibarengi dengan praktik dalam kehidupan sosial rakyat Indonesia.Kepedulian antarwarga sangat kental, toleransi di kalangan masyarakat cukup baik, dan budaya gotong-royong sangat dijunjung tinggi. Selain penanaman nilai-nilai tersebut dapat dilihat dari penggunaan Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan berorganisasi, yang menyatakan bahwa semua organisasi, apapun bentuknya, baik itu organisasi masyarakat, komunitas, perkumpulan, dan sebagainya haruslah mengunakan Pancasila sebagai asas utamanya.
Di era Orde Baru, terdapat kebijakan Pemerintah terkait penanaman nilai-nilai Pancasila, yaitu Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Materi penataran P4 bukan hanya Pancasila, terdapat juga materi lain seperti UUD 1945, Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), Wawasan Nusantara, dan materi lain yang berkaitan dengan kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme. Kebijakan tersebut disosialisaikan pada seluruh komponen bangsa sampai level bawah termasuk penataran P4 untuk siswa baru Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang lalu dilanjutkan di perguruan tinggi hingga di wilayah kerja. Pelaksanaannya dilakukan secara menyeluruh melalui Badan Penyelenggara Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) dengan metode indoktrinasi.
Visi Orde Baru pada saat itu adalah untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Sejalan dengan semakin dominannya kekuatan negara, nasib Pancasila dan UUD 1945 menjadi semacam senjata bagi pemerintahan Orde Baru dalam hal mengontrol perilaku masyarakat. Seakan-akan ukurannya hanya satu: sesuatu dianggap benar kalau hal tersebut sesuai dengan keinginan penguasa, sebaliknya dianggap salah kalau bertentangan dengan kehendaknya. Sikap politik masyarakat yang kritis dan berbeda pendapat dengan negara dalam prakteknya malah dengan mudahnya dikriminalisasi.
Penanaman nilai-nilai Pancasila pada saat itu dilakukan tanpa sejalan dengan fakta yang terjadi di masyarakat, berdasarkan perbuatan pemerintah.Akibatnya, bukan nilai-nilai Pancasila yang meresap ke dalam kehidupan masyarakat, tetapi kemunafikan yang tumbuh subur dalam masyarakat.Sebab setiap ungkapan para pemimpin mengenai nilai-nilai kehidupan tidak disertai dengan keteladanan serta tindakan yang nyata, sehingga banyak masyarakat pun tidak menerima adanya penataran yang tidak dibarengi dengan perbuatan pemerintah yang benar-benar pro-rakyat.
Pada era Orde Baru sebagai era “dimanis-maniskannya” Pancasila.Secara pribadi, Soeharto sendiri seringkali menyatakan pendapatnya mengenai keberadaan Pancasila, yang kesemuanya memberikan penilaian setinggi-tingginya terhadap Pancasila.Ketika Soeharto memberikan pidato dalam Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1967. Soeharto mendeklarasikan Pancasila sebagai suatu force yang dikemas dalam berbagai frase bernada angkuh, elegan, begitu superior. Dalam pidato tersebut, Soeharto menyatakan Pancasila sebagai “tuntunan hidup”, menjadi “sumber tertib sosial” dan “sumber tertib seluruh perikehidupan”, serta merupakan “sumber tertib negara” dan “sumber tertib hukum”. Kepada pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1974, Soeharto menyatakan, “Pancasila janganlah hendaknya hanya dimiliki, akan tetapi harus dipahami dan dihayati!”Dapat dikatakan tidak ada yang lebih kuat maknanya selain Pancasila di Indonesia, pada saat itu, dan dalam era Orde Baru.
Meskipun dianggap Panccasila hal yang paling luhur dan diagung-agungkan, pada tahun-tahun akhir pemerintahan Presiden Soeharto malah banyak timbul KKN dan meningkatnyta inflasi.Hutang Indonesia semakin banyak dan ekonomi pun terpuruk.Puncaknya yaitu Mei 1998 yang akhirnya menyebabkan Presiden Soeharto mengundurkan diri dan digantikan oleh wakilnya B.J. Habibie
Kajian Kesimpulan Pada Era Orde Baru
a. Kelebihan
1.Pancasila betul-betul dilaksanakan secara nyata
2.Pada awal-awal, ekonomi Indonesia sangat kuat.
3. Membangun irigasi
4. Membentuk badan PPL
b. Kekurangan
1.Pancasila hanya dijadikan kedok untuk “pembenaran” pembangunan yang dilakukan
2.Adanya politisasi Pancasila
3. Semaraknya KKN
4. Tidak mampu menguasai pimpinan Negara
5. Terbatasnya kebebasan berpendapat (pers)
c. Kesimpulan dan Solusi
Meskipun pada awalnya Pancasila begitu diagung-agungkan, dan masa Orde Baru ini menunjukkan kinerja positif, tetapi lama kelamaan hanya menjadi alat untuk orang yang berkepentingan. Sehingga Indonesia mencapai masa terburuk pada tahun 1998.Peristiwa lengsernya Soeharto membawa Indonesia pada era reformasi.
E. Era Reformasi
Memahami peran Pancasila di era reformasi, khususnya dalam konteks sebagai dasar negara dan ideologi nasional, merupakan tuntutan hakiki agar setiap warga negara Indonesia memiliki pemahaman yang sama dan akhirnya memiliki persepsi dan sikap yang sama terhadap kedudukan, peranan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan artinya pancasila menjadi kerangka berpikir atau pola berpikir bangsa Indonesia, khususnya sebagai dasar negara ia sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai negara hukum, setiap perbuatan baik dari warga masyarakat maupun dari pejabat-pejabat harus berdasarkan hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.Dalam kaitannya dalam pengembangan hukum, Pancasila harus menjadi landasannya. Artinya hukum yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila Pancasila. Substansi produk hukumnya tidak bertentangan dengan sila-sila pancasila.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang sosial politik mengandung arti bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai wujud cita-cita Indonesia merdeka di implementasikan sebagai berikut :
• Penerapan dan pelaksanaan keadilaan sosial mencakup keadilan politik, agama, dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
• Mementingkan kepentingan rakyat / demokrasi dalam pengambilan keputusan.
• Melaksanakan keadilaan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan kesatuan.
• Dalam pelaksanaan pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab.
• Nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan toleransi bersumber pada nilai ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Pancasila sebagai paradigma nasional bidang ekonomi mengandung pengertian bagaimana suatu falsafah itu diimplementasikan secara riil dan sistematis dalam kehidupan nyata.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang kebudayaan mengandung pengertian bahwa Pancasila adalah etos budaya persatuan, dimana pembangunan kebudayaan sebagai sarana pengikat persatuan dalam masyarakat majemuk. Oleh karena itu smeboyan Bhinneka Tunggal Ika dan pelaksanaan UUD 1945 yang menyangkut pembangunan kebudayaan bangsa hendaknya menjadi prioritas, karena kebudayaan nasional sangat diperlukan sebagai landasan media sosial yang memperkuat persatuan. Dalam hal ini bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan.
Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Bidang Hankam, maka paradigma baru TNI terus diaktualisasikan untuk menegaskan, bahwa TNI telah meninggalkan peran sosial politiknya atau mengakhiri dwifungsinya dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari sistem nasional.
Pancasila sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, dengan memasuki kawasan filsafat ilmu (philosophy of science) ilmu pengetahuan yang diletakkan diatas pancasila sebagai paradigmanya perlu difahami dasar dan arah penerapannya, yaitu pada aspek ontologis, epistomologis, dan aksiologis.Ontologis, yaitu bahwa hakikat ilmu pengetahuan aktivitas manusia yang tidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh, dalam dimensinya sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi, spekulasi, imajinasi, refleksi, observasi, eksperimentasi, komparasi dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Sebagai produk, adanya hasil yang diperoleh melalui proses, yang berwujud karya-karya ilmiah beserta aplikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. Epistimologi, yaitu bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dijadikan metode berpikir, dalam arti dijadikan dasar dan arah didalam pengembangan ilmu pengetahuan yang parameter kebenaran serta kemanfaatan hasil-hasil yang dicapainya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri.Aksilogis, yaitu bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut diatas, pemanfaatan dan efek pengembangan ilmu pengetahuan secara negatif tidak bertentangan dengan Pancasila dan secara positif mendukung atau mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila.
Dunia masa kini sedang dihadapi kepada gelombang perubahan secara cepat, mendasar, spektakuler, sebagai implikasi arus globalisasi yang melanda seluruh penjuru dunia, khususnya di abad XXI sekarang ini, bersamaan arus reformasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Reformasi telah merombak semua segi kehidupan secara mendasar, maka semakin terasa orgensinya untuk menjadi Pancasila sebagai dasar negara dalam kerangka mempertahankan jatidiri bangsa dan persatuan dan kesatuan nasional, lebih-lebih kehidupan perpolitikan nasional yang tidak menentu di era reformasi ini.Berdasarkan hal tersebut diatas perlunya reposisi Pancasila yaitu reposisi Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung makna Pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan Pembukaan UUD 1945, dieksplorasikan pada dimensi-dimensi yang melekat padanya.
Realitasnya bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonkritisasikan sebagai ceminan kondisi obyektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat “sein im sollen dan sollen im sein”.
Idealitasnya bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan diobyektifitasikan sebagai akta kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga masyarakat guna melihat hari depan secara prospektif.
Fleksibilitasnya dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan dalam kebekuan dogmatis dan normatif, melainkan terbuka bagi tafsi-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang, dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya Pancasila menjadi tetap aktual, relevan serta fungsional sebagai penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara.
Di era reformasi ini, Pancasila seakan tidak memiliki kekuatan mempengaruhi dan menuntun masyarakat.Pancasila tidak lagi populer seperti pada masa lalu.Elit politik dan masyarakat terkesan masa bodoh dalam melakukan implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Pancasila memang sedang kehilangan legitimasi, rujukan dan elan vitalnya. Sebab utamannya karena rejim Orde Lama dan Orde Baru menempatkan Pancasila sebagai alat kekuasaan yang otoriter.
Terlepas dari kelemahan masa lalu, sebagai konsensus dasar dari berdirinya bangsa ini, yang diperlukan dalam konteks era reformasi adalah pendekatan-pendekatan yang lebih konseptual, komprehensif, konsisten, integratif, sederhana dan relevan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Kajian Kesimpulan Pada Era Reformasi
a. Kelebihan
1.Munculnya kebebasan pers
2.Kembalinya jati diri bangsa Indonesia
b. Kekurangan
1.Masih banyak system yang berantakan
2.Kurangnya penanaman nilai-nilai Pancasila.
3. Menjamurnya globalisasi
4. Kurangnya kepedulian akan Indonesia ini
c. Kesimpulan dan Solusi
Seiring berjalannya waktu hingga kini, demokrasi di Indonesia masih juga diwarnai dengan politisasi uang. Sehingga percuma ada demokrasi. Demokrasi sudah hamper mati. Kurangnya juga penanaman nilai- nilai pancasila dalam diri anak, sehingga tidak ada rasa cinta pada tanah air.Solusinya, kita sebagai generasi muda harus berjuang memajukan Negara ini dengan Pancasila sebagai pedoman dan pembimbing kita.

BAHASA DALAM URAIAN KEFILSAFATAN



FILSAFAT DAN BAHASA
Suatu sistem filsafat dipandang sebagai suatu bahasa dan perenungan kefilsafatan, bahkan sebagai penyusunan bahasa. Alat terpokok dari semua filsafat adalah bahasa. Ungkapan pikiran dan hasil perenungan kefilsafatan tidak dapat dilakukan tanpa bantuan bahasa. Maka, untuk selanjutnya dalam usaha memahami filsafat dan tugas filusuf, mempelajari bahasa yang digunakan dalam kefilsafatan.
Pembedaan antara pembicara tentang filsafat dan dalam filsafat. Pertama- tama, berbicara tentang filsafat. Bicara tentang filsafat merupakan bagian berbicara di dalam filsafat. Dengan ini,  filsafat merupakan suatu cabang filsafat. Pembedaan  di antara berbicara tentang bahasa dan berbicara di dalam bahasa adalah penting.
contoh: “ ‘kucing’ menunjukkan seekor binatang yang berkaki empat.”
mengenai ‘kucing’ bukan kucing sesungguhnya. Pernyataan menerangkan tanda kutip tunggal mengurung kata tersebut. Maka, mengatakan apa yang ditunjuk oleh kata kucing. Kami  maksudkan, kucing( tanpa tanda kutip), binatang sesungguhnya, maka: “ Kucing menunjukkan seekor binatang yang berkaki empat”. Kalimat tidak bermakna, kucing tidaklah menunjukkan seekor binatang yang berkaki empat, tetapi kucing seekor binatang yang berkaki empat. 




Di lain pihak “ ’Kucing’ makan daging”. Kalimat tidak bermakna karena perkataan dinyatakan di dalam bahasa, tetapi tentang bahasakalimat merupakan kalimat yang mengenai dirinya sendiri. Misal: “ Kalimat itu memiliki lima perkataan”. Kitapun menjumpai kalimat tentang kalimat. Pernyataan “ yang nyata ialah yang rasional” pernyataan ini mengandung makna dan benar. Kalimat ini mengandung makna karena pernyataan tentang kalimat yang terdapat di dalam perenungan kefilsafatan. Jawaban terhadap pertanyaan itu sendiri. Ciri yang menonjol dari filsafat. Mungkin untuk berbicara tentang fisika tanpa berbicara istilah fisika, atau bicara tentang matematika tanpa menguraikan persamaan. Tetapi, tidak dapat berbicara tentang filsafat kecuali di dalam istilah filsafat. Pertanyaan “ Apakah filsafat itu?” merupakan pertanyaan kefilsafatan. Tetapi, pertanyaan apakah fisika itu?” bukanlah pertanyaan di dalam fisika.  Istilah tersebut membicarakan hubungan antara filsafat dengan pengetahuan lain. Seperti ilmu jiwa, fisika, ilmu sosial, agama. Filsafat bicara tentang. Tentang agama, maka kita berada di dalam filsafat agama. Karena di dalam agama, maka pertanyaan yang diajukan pertanyaan keagamaan. Juga berlaku bagi ilmu lain.

Hakikat bahasa, bahasa tersusun dari perangkat tanda yang digabung dengan cara tertentu. Ada tanda satu demi satu, seperti huruf abjad. Bila huruf digabungkan maka darinya menimbulkan yang dinamakan “kata” atau “ istilah dasar” bahasa. Misal: huruf a, t, d, c. Jika, a,t, c, digabungkan dengan urutan tepat, maka kita akan memperoleh “cat” yang menunjukkan seekor binatang. Menurut buku dictionary of filosofy atau( karangan D.D. Runes) “hendaknya kita jangan merasa sudah puas dalam hal makna yang dikandung oleh suatu istilah. Janganlah kita beranggapan telah mengetahui sepenuhnya makna yang dikandung oleh suatu istilah. Bahkan sebaliknya, kita justru harus selalu siap beranggapan bahwa kita tidak mengetahui maknanya. Perkataan bahasa kefilsafatan merupakan perkataan yang memperoleh makna khusus. Dalam bahasa kefilsafatan yang penting ialah hendaknya kita jangan merasa sudah puas dalam hal makna yang dikandung oleh suatu istilah.


Simbol dan perkataan. Kata atau istilah merupakan simbol. Berarti perkataan atau istilah merupakan tanda yang dipakai untuk menunjuk sesuatu di balik perkataan atau istilah itu sendiri. Perkataan atau istilah mewakili barang atau mewakili gagasan atau setidaknya mewakili sesuatu. Maka, setiap perkataan mempunyai tiga macam segi:
1. tanda itu sendiri.
2. sesuatu yang ditunjukkan.
3. subjek yang memakai perkataan itu.
Masalah tanda, sering tidak penting dalam kefilsafatan, meskipun bahwa perkataan berupa tanda dengan cara tertentu menjadi penting menyangkut maknanya.  Ada orang yang percaya bahwa perkataan merupakan maknanya. Tetapi apakah saya mengatakan tisch atau meja, namun yang ingin saya katakan adalah barang yang sama.

Makna perkataan. Barang sesuatu yang ditunjuk oleh suatu tanda atau perkataan dinamakan yang diacunya atau makna objeknya. Sering menentukan yang diacu oleh suatu perkataan. Misal: menentukan apa yang ditunjuk oleh perkataan Tuhan atau demokrasi. Ini merupakan masalah menentukan makna perkataan. Aspek ketiga perkataan ialah hubungan perkataan dengan pikiran seseorang. Bagi orang tadi, perkataan merupakan perkataan. Misal: diacu dengan perkataan demokrasi mungkin tidak didefinisikan. Tetapi, perkataan tadi bagi seseorang mengacu kepada Amerika. Sedangkan bagi orang lain, mengacu pada penghisapan kapitalis. Dengan kata lain, perkataan menimbulkan pelbagai gagasan atau emosi jiwa seseorang yang mendengarnya. Dapat menyebabkan tindakan dengan cara yang khusus. Hendaknya tanda yang sama menunjukkan perkataan secara semantik dan/ atau pragmatik dalam keadaan yang berbeda. Misal: perkataan “ kapitalis” merupakan istilah pujian atau hubungan yang lain dapat menimbulkan sikap yang menghina. Maka, perkataan dapat mengandung makna baik secara semantik maupun secara pragmatik.
Kalimat dan pernyataan. Jika kata disatukan dengan aturan sintaksis( tata bahasa) maka terjadilah kalimat. Misal: ‘reallity’ ( realitas), ‘matter’ ( materi), ‘is’ (adalah, itu), ‘of’ (dari), ‘composed’ ( terdiri), ‘and’ (dan), ‘mind’ ( roh). Jika perkataan dibariskan sehingga memenuhi aturan sintaksis bahasa inggris, kita memperoleh pernyataan “ Reallity is composed of matter and mind” ( realitas terdiri dari materi dan roh). Atau perkataan ‘obey’ ( taati), ‘ law’( hukum), ‘the’. Perkataan jika digabungkan terdapat kalimat “ obey the law” ( taatilah hukum), suatu pemerintah. Antara kalimat suatu bahasa, ada kalimat yang disebut kalimat berita. Kalimat berita: kalimat menyatakan keadaan itulah yang merupakan halnya. Kalimat berita juga dinamakan pernyataan- pernyataan. Misal: “ yang ada tiu bersifat tunggal” menyatakan ketunggalan yang ada. Ini merupakan pernyataan karenanya dianggap menyatakan sesuatu yang benar. Kalimat bersangkutan sifat dari apa yang dimaksudkan dengan perkataan “yang ada”. Kalimat ini menyatakan “ yang ada” itu mempunyai sifat ditunjuk dengan kata tunggal. Ada empat cara untuk berbicara tentang pernyataan:
1. pernyataan itu digunakan untuk apa?
2. apakah makna pernyataan itu?
3. apakah pernyataan ibu benar atau sesat?
4. apakahsintaksis pernyataan itu?
Pertanyaan terakhir tercakupdalam bidang khusus logika, pertanyaan pertama termasuk dalam bidang pragmatika, kita hanya membicarakan yang kedua dan ketiga dalam cabang filsafat yang tersisa.

Penggunaan pernyataan. Untuk sejumlah tujuan memuat atau memberitahukan pengetahuan. Misal: pernyataan, “ dunia terdiri dari suatu deretan objek di dalam ruang” atau “ Tuhan bersifat pengampun”, dimaksudkan untuk memuat informasi. Pernyataan digunakan untuk memuat pengetahuan, setelah dianalisa ternyata tidak demikian. Ini dapat terjadi baik karena pernyataan sesat maupun karena pernyataan itu tidak mengandung makna. Dalam pernyataan yang sesat dipandang memberitahukan pengetahuan. Hendaknya selalu diingat perbedaan antara pernyataan yang sesat dengan pernyataan tiada mengandung makna. Misal: “ matahari terbit pada tengah malam” tentu sesat. Pernyataaan bermaksud memuat pengetahuan, pernyataan mengandung makna. Jika kita mengetahui sungguh- sungguh sesat, pernyataan tidak memuat pengetahuan. Tetapi pernyataan, “ kertas yang saya tulis ini ingin sekali makan daging dan kentang,” jelas tidak mengandung makna, meskipun unsur- unsurnya mengandung makna. Karena dengan mudah diketahui kertas bukan jenis hal yang mempunyai keinginan yang dapat makan. Unsur tersebut tidak ada artinya. Pernyataan kefilsafatan untuk memuat pengetahuan.karena itu, bila kita mempertimbangkannya. pernyataan dapat digunakan untuk mendorong serta mengarahkan perbuatan oranglain. Pernyataan, “ Tuhan bersifat pengampun.” pernyataan ini lebih untuk mendorong orang untuk melakukan suatu perbuatan tertentu daripada untuk memuat informasi. Pernyataan “ sesungguhnya sejarah telah ditentukan dan perbuatan saya tidak dapat dihindarkan.” pernyataan ini mengandung informasi, tetapi merupakan percobaan untuk mempengaruhi orang lain memberikan tanggapan dengan cara tertentu sehingga tidak dinyatakan bersalah dan akhirnya tidak dihukum. Pernyataan “ cintaku bersifat abadi” mengungkapkan perasaan bersifat puitis, namun tidak bersifat informatif, dan hampir mengandung makna jika ditinjau secara harfiah( arti kata sebagaimana aslinya/ asalnya). Pernyataan yang lain adalah sebagai ungkapan yang tepat, tentang yang disukai dan ucapan basa basi belaka. Pernyataan “ manusia seharusnya beragama” mengandung makna “ saya ingin agar orang percaya akan adanya Tuhan.” pernyataan “ demokrasi di Amerika merupakan kemerosotan kaum borjuis”, mengandung makna “ saya tidak menyukai bentuk pemerintahan atau sistem ekonomi Amerika.” contoh ucapan yang bersifat basa basi ialah apa yang kita katakan bila menjumpai seseorang untuk pertama kalinya dapat mengatakan “ glad to meet you” ( “ saya senang bertemu anda”) atau “ how do you do?” ( “ apa kabar?”). Kedua hal ini tidak lebih dari sekedar menyatakan tata krama. Unsur yang hakiki ialah bahwa filsafat berusaha memuat pengetahuan. Pernyataan kefilsafatan juga memberi kesenangan pada sementara orang atau melukai hati orang lain, hal itu merupakan soal lain terhadap penggunaannya yang utama. Bahwa suatu pernyataan yang diucapkan oleh seseorang filisuf Ipso fakto mengandung makna.

ATURAN- ATURAN TERPOKOK SUATU BAHASA.
Uraian kefilsafatan terdiri dari seperangkat istilah dan seperangkat pernyataan yang dibentuk dari istilah- istilah dengan istilah- istilah lain dalam maknanya yang lazim, dari bahasa yang digunakan oleh sang filusuf ( misal, bahasa inggris ). Bahasa yang lengkap terdiri dari tiga perangkat aturan. Perangkat pertama semantik. Aturan ini menerangkan hubungan ungkapan bahasa dengan yang ditunjukkan. Aturan dapat dibagi sebagai berikut:
1. aturan pembentukan, menerangkan kapan seperangkat tanda menunjukkan pernyataan.
2. aturan yang melukiskan apakah ditunjuk oleh macam- macam tanda.
3. aturan yang melukiskan bilamanakah dikatakan mengandung ‘kebenaran’. Memberi pengertian mengenai kebenaran. Perangkat aturan kedua pragmatis. Aturan ini menerangkan latar istilah pernyataan bersifat kejiwaan, emosional, geografik. Misal: nama “ Tuhan” senantiasa dipakai dengan perasaan hormat.
Perangkat aturan ketiga sintaksis. Aturan menerangkan cara menyimpulkan ungkapan dengan jalan perubahan bentuk. Misal: jiak(1) ‘p’ dan (2) ‘q’, maka (3) disimpulkan ‘q’.

PRAGMATIKA. Menentukan makna yang diberikan seorang filusuf. Perlu juga memperhatikan bagaiman ia menggunakan istilah dan rangka emosi dan sosial dari istilah. Plato percaya atau tidak percaya kepada ‘demokrasi’. Perkataan ‘ demokrasi’ jika digunakan oleh plato, tidak mungkin mempunyai makna yang sama. Istilah ‘ mistress’ mempunyai makna yang sesuai dengan tempat yang digunakan.

KESIMPULAN
Filsafat merupakan hal yang sukar. Namun filsafat juga sangat banyak mendatangkan keuntungan. Tetapi, jika mengalami getaran hati, yang mengiringi penalaran yang ketat serta pembuktian yang logis, maka terbukti bahwa uraian kefilsafatan sangat menyenangkan.























makalah pendidikan jasmani dan kesehatan kelas 12



BAB I
Pendahuluan




1.1        Latar Belakang

Kematian akibat serangan jantung  merupakan kejadian yang tak terduga atau proses kematian cepat. Serangan jantung secara mendadak mungkin terjadi pada orang yang didiagnosis pengidap jantung koroner ataupun tidak. Angka insiden henti jantung mendadak pada orang usia 35 tahun ke atas yaitu sekitar 1:1000 orang per tahun.Penyakit jantung mulai popular sekitar tahun 1960-an.Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan orang. Orang-orang menyadari bahwa masyarakat yang semakin modern menjadikan latihan fisik menjadi terbatas,sedangkan tuntutan kehidupan juga semakin keras.sehingga  banyak yang mengalami stress akibat tekanan emosional dan social.

Semua bukti medis sangat menyarankan sebagai penyaluran aktifitas fisik  untuk mengurangi stress dan bahaya serangan jatung adalah dengan berolahraga dan pilihan orang untuk berolahraga adalah dengan jogging.Hal ini dikarenakan bagi orang-orang yang hidup di kota mungkin tidak memiliki akses ke area olah raga.Perkembangan jogging pada 1960-an diakui karena memiliki beberapa keuntungan,yaitu:

v  Mudah ,Dapat dilakukan oleh siapapun
v  jogging menyenangkan.
v  Dianggap sebagai sesuatu yang modis. Bintang film, politisi, musisi, dan konglomerat yang difoto   joging.





BAB II

B. Landasan Teori


2.1 Pendapat Para Tokoh

Sementara itu, seorang dokter di Angkatan Udara Amerika Serikat, Dr Kenneth H. Cooper
 mengembangkan konsep  latihan untuk mencegah penyakit jantung koroner . Sistem ini dikembangkan di Rumah Sakit Angkatan Udara dan awalnya ditujukan bagi mereka di militer, sebuah konsep latihan yang ia sebut aerobik. Idenya adalah bentuk aktivitas fisik yang dapat dinikmati semua orang dalam program kebugaran yang realistis . Aerobik berasal dari kata “aero” yang berarti

“oksigen”. Jadi aerobik sangatlah erat dengan penggunaan oksigen. Dalam hal ini berarti latihan aerobik adalah latihan yang menggunakan sistem kerja dengan menggunakan osigen sebagai kerja utama.
Seorang individu bisa mengukur dan mengontrol progress latihan, sehingga menghindari bahaya overstress dan memastikan bahwa tingkat latihan yang cukup untuk menunjukkan perbaikan  kondisi fisik. Dengan begitu latihan yang di lakukan dapat  memberikan perlindungan selama menjalankan aktivitas selanjutnya. Latihan aerobik (nama ini diambil dari kapasitas aerobik - jumlah maksimum oksigen  yang diambil dimana tubuh dapat memproses secara normal) adalah setiap kegiatan yang meningkatkan efisiensi jantung dan paru-paru. Menggunakan peralatan laboratorium yang rumit, dokter mengukur kapasitas aerobik ribuan relawan dan menghasilkan indeks kebugaran berdasarkan jumlah oksigen diolah dalam satu menit. Ia menemukan, misalnya, bahwa seorang pria yang memiliki kondisi fisik dikatakan kurang bugar (unfit) berusia  40-an hanya bisa memproses sekitar 25 mililiter

oksigen per kilogram berat badan, sementara seorang pria fit diusia yang  yang sama mampu memproses hampir dua kali lipat.
Senam aerobik merupakan gerakan olahraga yang berguna menyelaraskan tubuh bagian atas dengan tubuh bagian bawah secara bersamaan. Sehingga  dalam melakukan senam aerobik, dibutuhkan
kelenturan serta kontinuitas gerakan yang sesuai dengan musik yang mengiringi Keuntungan melakukan senam aerobik menurut

 Lynne Brick adalah:
  Jantung: otot-otot jantung akan lebih kuat dalam memompa darah untuk mengirimkan oksigen ke      seluruh tubuh.
1.  Kekuatan otot akan lebih bertambah.
2.  Daya tahan otot akan meningkat.
3.  Kelenturan pada sekeliling sendi akan meningkat.
 Tika Yonkuro (2006, 1) menyatakan 
Senam aerobic adalah latihan tubuh yang menggabungkan berbagai macam gerak, berirama, teratur dan terarah serta pembawaannya riang. Untuk dapat menguasai gerakan yang seimbang diperlukan adanya berbagai keterampilan yang mendukung seperti kepekaan terhadap music, kreatifitas gerak, kemampuan menggabungkan gerakan secara dinamis dan harmonis. Dengan demikian senam aerobic merupakan latihan yang menggerakkan seluruh otot, terutama otot besar dengan gerakan yang terus menerus (continue), berirama, maju dan bekelanjutan.

 Menurut Joko Pekik,
Senam aerobic memerlukan tiga dasar gerak yaitu yang disebut dengan MOLIS (Move, Lift, Stretch).Move adalah gerak continue – ritmis menggunakan otot-otot besar tubuh bagian togok, anggota gerak atas maupun bawah. Dasar gerak meliputi, antara lain: squatting, lunging, jumping, kickling, LIA (stationari travling), running dan partner work. Ti.

 

2.2 Gerakan senam High Impact dan low Impact

Gerakan Senam Aerobik High Impact dan Low Impact

Gerakan ini merupakan bagian dari senam aerobik berdasarkan tingkat intensitas gerakan dan pola kaki. Sebenarnya berdasarkan benturan ini senam aerobic dibagi ke dalam tiga bagian, selain low impact dan high inmpact, masih ada satu gerakan lagi yaitu moderate impact. Gerakan senam aerobik high impact merupakan senam aerobik benturan keras dan untuk low impact merupakan gerakan senam aerobik benturan ringan.

Gerakan-gerakan ini pada dasarnya hampir sama. Perbedaannya hanya terletak pada sentuhan salah satu kaki terhadapa lantai. Pada gerakan senam aerobik low ipact hanya salah satu kaki yang selalu menapak di lantai setiap waktu sedangkan untuk high impact lebih mengarahkan pada gerakan kaki meninggalkan lantai atau berada di udara. Tentunya kedua hal inimerupakan hal yang berbeda meskipun merupakan sama-sama bagian dari senam aerobik.
Untuk uraian lebih lanjut mengenai gerakan senam aerobik high impact dan low impact, silahkan simak uraian di bawah ini.

 

 

 

1. Low impact
Seperti yang sudah admin jelaskan dia tas,bahwa gerkan low impact salah satu kaki berada dan menapak di lantai setiap waktu. Beberapa gerakan low impact dalam senam aerobic yaitu single step atau langkah tunggal, double step atau langkah ganda, v step atau langkah segitiga, berjalan dengan melangkah maju mundur, sentuh langkah, mambo, grapevine atau langkah ganda, cha-cha-cha dan juga mengangkat lutut.

2. High impact
Beberpa gerakan yang dapat anda lakukan dalam gerakan senam aerobik high impact yaitu lompat vertical dengan membuka kedua kaki menjauhi dari tubuh kea rah kanan ataupun kiri, mengangkat lutut, loncat (loncat sergap, power moves, split dan juga twist).
Banyak manfaat yang dapat anda peroleh ketika anda melakukan gerakan-gerakan tersebut. Namun, tentunya dilakukan dengan takaran yang pas dan juga ideal.Bahankan komposisi tubuh terutama membakar lemak dan penumpukan glukosa yang berlebihan dalam darah. Lift adalah gerak melawan beban baik beban berat badan sendiri, partner, maupun beban luar. Tipe gerak ini bertujuan untuk melatih otot (kekuatan, daya tahan, pembentukan, dan pengencangan otot).Stretch adalah gerakan meregang sendi dan mengulur otot dapat dikerjakan secara statis maupun dinamis. Tipe ini bertujuan melatih kelentukan sendi dan kelenturan otot sehingga dihasilkan mobilitas gerak yang tinggi.

Menurut Endang R jenis latihan aerobic meliputi:
1.      Aerobic benturan ringan (aerobik low impact) adalah latihan aerobic yang cenderung santai yang melibatkan gerakan pada seluruh badan (leher dan kepala, tubuh, lengan, tungkai) secara ritmis dengan menggunakan iringan music dengan beat tertentu meningkatkan denyut jantung secara perlahan-lahan untuk mencapai denyut nadi latihan sebesar 60-69% dari frekuensi denyut nadi maksimal dengan variasi benturan ringan, dengan contoh gerakan:
1.  Piles : gerakan mengeper dengan lutut
2.  Heel touch : langkah kanan – sentuhkan tumit kiri
3.  Step touch : langkah kanan – sentuh ujung kaki kiri (disingkat ka. Ki disamping/ didepan)
4.  Step close : langkah kanan – tutupkan kaki kanan kiri
5.  Double step : langkah kaki kanan – tutup kaki kiri, langkah kaki kanan – tutup kaki kiri
6.  Lunges : melangkah dengan memindahkan berat badan
7.  Touchback : langkah kanan – sentuhkan kaki kiri kebelakang
8.  Membuat variasi langkah dengan syarat satu kaki tetap berada di lantai
2. Aerobik benturan keras (aerobic high impact), yaitu latihan aerobic yang melibatkan gerakan pada seluruh badan badan (leher dan kepala, tubuh, lengan, tungkai) secara ritmis dengan menggunakan iringan music dengan beat tertentu yang bisa meningkatkan denyut jantung secara cepat untuk mencapai denyut nadi latihan sebesar 80-89% dari frekuensi denyut nadi maksimal dengan variasi benturan keras, dengan contoh gerakan:
1.      Jogging : lari pelan ditempat
2.      Jumping jack : melompat sambil membuka dan menutupkan kedua kaki
3.      Step kick : langkah sambil menyepak (kedepan samping)
4.      High leg kick : melompat atas satu kaki sambil kaki lain menendang kedepan kaki atas
5.      Easy walk : step – langkah buka kedepan – langkah mundur tutup
6.      Membuat variasi langkah dengan kedua kaki lepas dari lantai secara bersamaan

3.Aerobik benturan ganda (kombinasi ringan dan keras)
      1.   Ski jump : langkah seret kedepan – lompat atas dua kaki
2.   Polka : langkah kaki kanan – kaki kiri – kaki kanan – kaki kiri lompat ganti yang lain
3.   Skip : berlari-lari sambil melompat
4.   Pony : lompatan yang diawali dengan langkah

5.   Variasi gerakan dengan kombinasi aerobic benturan ringan dan aerobic benturan keras dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3, 3:1 dan seterusnya disesuaikan dengan tingkat kebugaran jasmani peserta.
pe gerakan ini bertujuan meningkatkan daya tahan paru, jantung.

2.3 Teknik dalam senam aerobik

Teknik Dalam Senam Aerobik
Seperti yang telah disampaikan di atas dimana Senam Aerobik adalah latihan yang menggerakkan seluruh otot, terutama otot besar dengan gerakan yang terus menerus (continue), berirama, maju dan berkelanjutan.
1).Teknik Dasar Senam Aerobik
Teknik dasar dalam senam aerobik dikenal sebagai basic aerobic dances movement patterns atau pola-pola gerak tarian aerobik dasar yang meliputi pelurusan persendian tubuh (body allignment), langkah dasar (basic steps), gerak dan ayunan lengan (arm movements), serta musikalitas (musicality).
Penjelasan dari masing-masing teknik dasar tersebut adalah sebagai berikut;
1.  Pelurusan Persendian Tubuh (body allignment); Kemampuan menjaga bentuk dan posisi tubuh dan anggotanya secara benar, yaitu pada satu garis lurus (tulang belakang tubuh) pada saat bergerak di permukaan lantai, meloncat ke udara atau lepas dari lantai dan kembali mendarat, maupun ketika bergerak di lantai. Gerakan tersebut bisa saja berupa gerak langkah dasar dengan ayunan lengan, maupun gerakan lainnya.
2.  Langkah dasar (basic steps); Terdapat tujuh langkah dasar dalam senam aerobik, sehingga langkah ini sering disebut sebagai seven basic steps. Pengembangan dari tujuh langkah dasar ini bisa saja dilakukan, sehingga dapat memperbanyak variasi gerak menjadi lebih luas seluas gerak dalam hidup sehari-hari. Seven basic steps dalam senam aerobik terdiri dari; march, jogging, skip, knee lift, kick, jumping jack, dan lunge. Adapun pengembangannya terdiri dari; single step, double steps, grapefine, heel touch, toe touch, tap side, easy walk/v step, box step, squat, leg curl, plie, twist, on the spot, slide, mambo chacha.
3.  Gerak dan ayunan lengan (arm movements), terdiri dari; arm curl, butterfly, chest press, arm extension, arm pumping, pull up/down, rowing, punching, dan lain-lain. Melakukan gerak dan ayunan lengan pada senam aerobik sebenarnya identik dengan melakukan berbagai gerakan yang dapat dilakukan oleh lengan dan tangan dalam aktivitas sehari-hari. Pembeda dari teknik gerak tersebut adalah bahwa gerak pada senam aerobik dilakukan dengan memaksimalkan fungsi gerak lengan dan tangan untuk mencapai tujuan-tujuan peningkatan dan pengembangan kebugaran. Berbagai gerak tersebut, secara mekanik dilakukan berdasarkan prinsip mekanika gerak tubuh manusia, berupa gerak abduksi, adduksi, pronasi, rotasi, fleksi, ekstensi, dan lain-lain. Jenis dan tipe pergerakan senam aerobik dipelajari secara lebih teknis  dan terperinci dalam kinesiologi dan biomekanika. Teknik-teknik berupa arm curl, butterfly, chest press, arm extension, arm pumping, pull up/down, rowing, punching, dan lainnya tidak terlepas dari berbagai keterangan yang telah disampaikan sebelumnya. Jenis-jenis latihan berbeban dengan memaksimalkan peralatan yang ada dapat pula digunakan sebagai gerak dan ayunan lengan dalam senam aerobik dengan tujuan meningkatkan intensitas latihan.
4.  Musikalitas (musicality); Kemampuan seseorang untuk bergerak ritmis sesuai dengan irama yang digunakan sebagai pengiring. Pergerakan sesuai dengan aksen musik, tepat dengan ketukan pada musik, sesuai dengan tema musik yang digunakan, serta kemampuan menjiwai ide pada musik tersebut. Musikalitas pelaku pada senam aerobik dilakukan dengan terlebih dahulu melalui tahap pengenalan terhadap ketukan (beat), sehingga pergerakan yang dilakukan tetap dalam irama yang diinginkan. Permulaan lagu yang berarti sebagai tanda dimulainya gerakan, dipelajari kemudian. Pada tahap ini, pelaku senam aerobik mengenal sekuens yang biasanya terdiri dari delapan ketukan (birama 4/4) ditandai dengan perubahan warna musik dengan suara instrumen yang menonjol (misalnya, suara drum yang beruntun, terompet, dan alat musik lainnya). Mengenali berbagai tipe musik dan lagu merupakan cara untuk mengasah musikalitas seseorang. Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah dengan menghayati lagu sebagai ekspresi yang diejawantahkan melalui gerakan yang dinamis,


5.semangat, dan gembira. Musik pengiring adalah nyawa dari proses pelatihan senam, untuk itu diperlukan kejelian dalam memilih musik/lagu sebagai pengiring.
2.4 Sistem senam aerobik

Sistematika Senam Aerobik

Senam aerobic merupakan rangkaian gerak ritmis dengan iringan music dikerjakan secara berkelanjutan dengan menggunakan otot-otot besar tubuh. Adapaun fase-fase atau sistematika dalam senam aerobic  adalah:
1.  Pemanasan (Warming UP)
2.  Latihan inti
3.  Pendinginan
1).Pemanasan
Latihan peregangan dapat membantu untuk :
 a. Mencegah cidera
 b. Latihan-latihan peregangan dapat memperbaiki daerah gerak dan otot. Oleh karena itu        bila sesuatu persendian diregangkan sampai pada batas kemampuannya maka otot-otot yang teregang dapat membantu daerah gerakannya lebih luas.
c. Memperbaiki efisiensi biomekanis
Misalnya tendo achilles menjadi efisien karena tidak dapat membantu mendorong pada setiap langkah yang dilakukan pada saat lari.
d. Menaiikkan kemampuan otot untuk memanjang
dengan bertambahnya kemampuan otot untuk memanjang berarti menambah luasnya gerakan, sehingga dapat memperbaiki kecepatan dan tenaga pada waktu diperlukan (waktu melempar bola pada soft ball, lemparan bowling).
e. Memperbaiki koordinasi antargolongan otot.
Karena dapat mengurangi kelemahan-kelemahan pada otot yang melakukan atau kerja berlawanan (antagonis) dengan menguatkan hubungan otot dan tendo.
f        . Memperbaiki relaksasi otot
Hal ini dapat dilakukan pemanasan menjelang pertandingan karena dapat membuat atlet secara fisiologis lebih siap untuk melakukan pertandingan.
g. Mengurangi kekakuan otot setelah bergerak
Melakukan peregangan setelah pertandingan atau setelah latihan dapat menghilangkan kekakuan otot dan dapat mencegah terjadinya rasa ngilu pada otot.
Pemanasan merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk mengawali suatu aktivitas olahraga atau latihan dengan tujuan untuk memepersiapkan seluruh anggota tubuh/ anggota badan agar dapat melakukan aktivitas gerakan yang lebih berat pada latihan berikutnya dan tidak menimbulkan cidera.
Pemanasan terdiri dari:
      a)      Gerakan setempat (Isolation)
      b)      Pemompa jantung (Full Body Movement)
      c)      Kelenturan dan peregangan (Flexibility and Stretching).
2).Latihan inti
Teknik gerak senam aerobic harus dapat dikuasai dengan baik, sehingga mendapatkan hasil sesuai tujuan yang diharapkan dan terhindar dari cidera
Pada senam aerobic tingkat dasar, dalam memadukan gerak dipertimbangkan juga koordinasi gerak, sehingga jangan sampai gerakan yang dilakukan menyulitkan peserta.
3). Peregangan dan Pendinginan

Latihan pendinginan dilakukan dengan tujuan menurunkan suhu badan sehingga kembali ke normal, dengan  menurunkan intensitas latihan secara bertahap melalui gerakan-gerakan melenturkan dan meregangkan otot tubuh dengan rileks secara pelan-pelan.

2.5 Manfaat Senam Aerobik

Manfaat senam aerobik

Senam aerobic yang dilakukan dengan benar dapat memberi manfaat bagi kebugaran jasmani baik untuk meregangkan otot-otot, melancarkan peredaran darah pada pembuluh darah.
Senam aerobik adalah aktifitas fisik yang intens maka dapat menghilangkan lemak yang tidak diinginkan dalam tubuh dan subkutan, terutama pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Untuk mencapainya, orang dengan kelebihan berat badan ini diperlukan untuk aerobik dengan rutin. Dapat memperbaiki penampilan karena setiap gerakan dibuat untuk menguatkan, mengencangkan dan membentuk otot beberapa bagian tubuh tertentu, antara lain: pinggul, paha, pinggang, perut, dada, punggung, lengan, kaki dan lain-lain.
Melakukan senam aerobic secara continue/ terus menerus maka akan memberikan dampak/ pengaruh yang cukup besar terhadap: respon dan adaptasi terhadap jantung, sistem pernapasan, sistem kardiovaskuler, peregangan otot-otot, dan sistem energi seperti pembakaran glukosa dan lemak yang menumpuk dalam darah. Senam aerobik akan bermanfaat dalam perbaikan fungsi kardiovaskular seperti untuk orang sehat yang memiliki riwayat hipertensi atau manifestasi patologis yang berhubungan dengan jantung  sehingga  jantung akan menjadi lebih kuat. dan juga membakar lemak dan glukosa dalam darah.Menguatkan paru-paru dan meningkatkan kapasitas paru-paru (sistem pernapasan).
Senam aerobik juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, ini dapat dicapai dalam jangka panjang dan sistematis tanpa banyak istirahat dalam melakukan rutinitas latihan.
Mencegah penyakit-penyakit menyerang tubuh, karena sistem tubuh dalam keadaan balk, serta bisa menghilangkan kebiasaan buruk misalnya merokok.
Meningkatkan kelentukan, keseimbangan, koordinasi, kelincahan, daya tahan dan sanggup melakukan kegiatan-kegiatan atau olahraga lainnya. Karena tulang-tulang rawan, tendon dan persendian mendapatkan keuntungan dari latihan yaitu membuat badan menjadi kuat, lebih fleksibel dan tidan mudah mengalami cidera dan sakit.
Dengan semakin terjaganya kondisi tubuh dan penampilan secara otomatis akan meningkatkan citra diri dan kepercayaan diri.
Dapat memperbaiki system saraf karena Sistem saraf mendapat pengaruh dari latihan, orang yang aktif berolah raga dapat memelihara keceptan reaksinya lebih baik.serta  mengurangi stress dan dapat menghilangkan gangguan  insomnia (susah tidur).
Manfaat lainya adalah Prestasi dimana sekarang senam aerobic adalah olah raga resmi yang dipertandingkan dalam event-event resmi.


2.6 Kelebihan dan Kelemahan Senam Aerobik

Kelebihan dan kekurangan senam aerobik

Patut diakui memang Senam aerobic adalah olahraga yang murah dan mudah dilakukan . tidak membutuhkan peralatan yang rumit dan hampir semua orang dapat melakukannya.Aktifitas yang cepat membakar lemak tubuh,memperbaiki system cardiovaskuler,memperkuat jantung.dan manfaat lainya.
Namun demikian senam aerobik high impact memiliki kelemahan yaitu intensitas latihan yang tinggi sering kali menye­babkan kelelahan yang berarti bagi pelaku. Latihan dengan intensitas tinggi, akan membutuhkan energi yang lebih  besar daripada latihan dengan intensitas yang ringan atau sedang.



Kecukupan oksigen sangat dibatasi oleh transport oksigen ke otot rangka oleh system kardiovaskuler dan oleh sistem respirasi. Pada latihan aerobik dengan intensitas tinggi (High - intensity exercise), perlu penyediaan ATP yang banyak dalam waktu singkat sehingga akan terjadi deficit oksigen  ke otot yang aktif, akibat keterbatasan sistem kardiovaskuler dalam mensuplai oksigen.

Kelemahan lainya, gerakan-gerakan yang dilakukan untuk mengikuti irama musik yang cepat sering kali menyebabkan konsentrasi terpecah karena adanya kekawatiran melakukan gerakan yang salah,hal seperti ini dapat menyebabkan terjadinya resiko cedera yang tidak diinginkan.
Pola gerakan yang cepat dan di­dominasi gerakan melompat-lompat cenderung sulit diadaptasi oleh pemula dan usia lanjut.


BAB III

C. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Senam aerobik memiliki banyak pola dalam latihan untuk itu sebaiknya kita melakukannya dengan di pandu oleh orang yang ahli, mengikuti sebuah kelas dan latihan bersama banyak orang sangat dianjurkan supaya kita tidak bosan apabila kita latihan sendiri dirumah yang hanya dengan panduan sebuah video.

3.2 SARAN

Dengan makalah ini kita sebaiknya, dapat lebih mengatur kesehatan. Terutama kita dapat melakukannya dengan senam. Jangan sampai kekurangan gerak di dalam kehidupanmu dapat mengakibatkan timbulnya penyakit yang tidak kita inginkan.

3.3 DAFTAR PUSTAKA

Pengertian  senam aerobik. 2014. WWW. Google.com. Pengertian senam aerobik. 2006. Pendidikan jasmani dan kesehatan kelas 12. Pengertian high impact dan low impact. 2014. www. Google. Com. Pengertian high impact dan low impact. 2006. Pendidikan jasmani dan kesehatan kelas 12. Contoh senam aerobik. 2014. www. Google. Com. Contoh senam aerobik. 2006. Pendidikan jasmani dan kesehatan kelas 12.